Translate

Selasa, 11 Agustus 2015

Tips dan Trik kiat jadi pengusaha muslim berkarakter - RevolusiUnix.Com

Ada perbedaan antara Pengusaha Muslim dengan Pengusaha pada umumnya.
Bagi Pengusaha Muslim, Kejujuran dan Menjaga Amanah adalah Prinsip yang sangat penting yang tidak pernah lepas dalam hidupnya, dan selalu mengikuti Norma dan aturan-aturan Syariah.
Jadi, dalam menjalankan bisnisnya, Pengusaha Muslim tidak akan pernah menghalalkan segala cara dalam prosesnya untuk meraih kesuksesan.
pengusaha muslim
Menurut saya, berikut ini adalah Kiat Sukses untuk menjadi Penguasaha Muslim yang Berkarakter, yaitu:

1. Memiliki Niat dan Tujuan yang Jelas dengan dibarengi Tekad yg Kuat dan selalu mengawali segala aktifitas dengan Basmalah (Bismillah)

2. Memiliki hasrat untuk selalu ingin belajar dan tidak malu untuk bertanya kepada siapapun.
3. Persentase untuk Bekerja dengan Cerdas lebih besar daripada Bekerja dengan Fisik
4. Tetap Konsisten dan tidak mudah menyerah jika masalah menghadang
5. Selalu berdoa kepada yang Maha Kaya untuk selalu dimudahkan prosesnya
6. Selalu Bersedekah baik dalam keadaan lapang dan sempit
7. Tidak pernah meninggalkan Sholat 5 waktu kecuali bagi yg berhalangan (khusus Muslimah)
8. Rajin Sholat Dhuha dan Sholat Tahajud
9. Selalu Berserah Diri dan selalu berbaik sangka kepada Allah swt
10. Berusaha untuk selalu mengambil pelajaran/hikmah dari setiap masalah yang dialami.
Jadi, nikmatilah prosesnya dan hilangkan pikiran bahwa bisa meraih sukses dengan instan.

Sukses tidak akan bisa diraih tanpa perjuangan.

Sukses tidak akan bisa diraih hanya dengan doa saja.

Sukses dan Berkah Selalu,

Semoga Bermanfaat.

Ciri dan karakterikstik Pribadi Muslim - RevolusiUnix.Com


Kita tahu bahwa Islam itu bertolak daripada iman. Namun iman saja tidak mencukupi. Ia perlu juga ilmu dan amal.
Islam itu ialah iman, ilmu dan amal. Tanpa ketiga-tiga elemen ini, maka Islam tidak akan terlaksana pada pribadi seorang Muslim.
Untuk mencapai tujuanini, roh dan akal mesti berperanan. Disamping itu seseorang muslim perlu mendapat pimpinan. Ketiga-tiga pengaruh ini wajib ada. Kalau tidak pribadi Muslim itu akan jadi cacat dan tidak sempurna.

Peranan Roh 
Roh berperanan dalam soal iman. Roh melibatkan soal kepercayaan dan keyakinan. Tentang akidah dan pegangan. Tentang keimanan kepada Tuhan dan hari Akhirat. Tentang rasa cinta dan takut dengan Tuhan.
Namun kalau peranan roh saja yang wujud tanpa ada peranan akal dan kepimpinan, maka seseorang itu akan menjadi fanatik. Dia akan menjadi taksub secara membuta. Perasaannya tidak seimbang dan sukar untuk dikawal. Dia ingin bertindak, beramal dan membuat sesuatu tetapi tidak tahu bagaimana dan apa caranya. Pertimbangannya juga tidak seimbang dan berat sebelah. Dia akan menjadi orang yang berjiwa tetapi kaku. Dia mau bergerak tetapi tidak tahu bagaimana hendak menyusun langkah.

Peranan Akal 
Akal berperanan dalam soal ilmu. Ia berkait dengan penyampaian dan penerimaan ilmu. Tentang ta’alim atau pengajian. Tentang pembelajaran. Peranan akal membuat seseorang itu menjadi alim dan bepengetahuan. Namun kalau peranan akal saja yang wujud dan peranan roh dan kepimpinan tidak ada, maka seseorang itu akan menjadi ahli ilmu yang tidak cinta dan tidak takut dengan Tuhan. Yang tidak ada cita-cita akhirat.
Ilmunya akan digunakan untuk dunia semata-mata. Ilmunya akan dijual dan dikomersialkan. Ilmunya akan ditukar menjadi duit dan harta kekayaan. Ilmunya hanya untuk bermujadalah (berdebat), berforum dan berseminar. Untuk mendapat pujian, uang , pangkat, jawatan dan nama. Ilmunya tidak memberi hasil pada pribadinya.
Dia tidak dapat beramal dengan ilmunya, jauh sekali untuk memperjuangkannya. Dia akan menjadi orang alim yang tidak beramal dengan ilmunya. Dia akan menjadi jumud dan beku. Walaupun dia tahu bagaimana hendak menyusun langkah, tetapi dia tidak mempunyai kemauan dan kekuatan dalaman untuk bergerak.

Peranan Kepimpinan 
Kepimpinan melibatkan didikan, panduan, contoh dan suri teladan. Tentang bagaimana ilmu itu dapat dan patut diamalkan. Tentang siapa yang patut dicontohi dalam mengamalkan ilmu. Tanpa ada pimpinan dari seorang pemimpin sebagai contoh atau model, sukar ilmu dapat difahami lebih-lebih lagi untuk diamalkan dan dihayati.
Tanpa pimpinan, ilmu akan hanya tinggal ilmu. Itu sebabnya di dalam agama, dikirim Rasul yang diberi atau yang membawa kitab. Bukan kitab saja yang dihantar tanpa Rasul. Kalau kitab saja yang dihantar, maka tidak akan ada contoh atau role-model untuk diikuti. Tanpa contoh dan role-model, mustahil ilmu dapat difahami dan diamalkan.
Dalam hendak mengamalkan ilmu dan dalam hendak menjadi seorang muslim yang sempurna, contoh fisik atau kepimpinan sangat perlu. Semua bentuk peranan ini mesti ada. Tidak ada satu yang boleh ditolak. Barulah ia boleh lengkap melengkapkan. Peranan roh dan akal mesti bergabung dan contoh atau pimpinan mesti dicari.
Inilah ramuan-ramuan yang perlu untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna. Kalau ramuan ini tidak cukup, usaha untuk menjadi seorang Muslim yang sempurna akan menjadi sia-sia. Lebih-lebih lagilah untuk menjadi seorang yang Mukmin yang bertaqwa. Sebab orang Mukmin yang bertaqwa itu, mesti sempurna Islamnya terlebih dahulu. 

karakteristik Pribadi muslim madani - RevolusiUnix.Com

10karakteristik-pribadi-seorang-muslimHasan Al Banna merumuskan 10 karakteristik muslim yang dibentuk didalam madrasah tarbawi. Karakteristik ini seharusnya yang menjadi ciri khas dalam diri seseorang yang mengaku sebagai muslim, yang dapat menjadi furqon (pembeda) yang merupakan sifat-sifat khususnya (muwashofat). Menurut beliau, karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi, kesepuluh karakter tersebut adalah:

  1. Salimul Aqidah – Good Faith – Akidah yang Bersih
Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
  1. Shahihul Ibadah – Right Devotion – Ibadah yang benar
Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
  1. Matinul Khuluq – Strong Caharacter – Akhlak yang kokoh
Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
  1. Qawiyul Jismi – Physical Power – Fisik yang kuat
Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
  1. Mutsaqaful Fikri – Thingking Briliantly – Intelek dalam berpikir
Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
  1. Qodirun ‘alal Kasbi-Independent dari segi ekonomi
Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
  1. Mujahidun linafsihi – Berjuang melawan hawa nafsu
Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
  1. Haritsun ‘ala waqtihi – Pandai menjaga waktu
Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT. 
  1. Munazhom Fii Su’unihi – Teratur dalam segala urusan
Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik. 
  1. Naafi’un Li Ghairihi – Bermanfaat untuk orang lain

Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.Cinta dan kepribadian adalah dua kata yg tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita, makin mampu kita mencintai dengan kuat. Semoga dengan kesepuluh karakter tersebut dapat menjadi motivasi kita untuk menjadi sosok muslim/muslimah sejati di dunia dan akhirat. Aamiin Allahuma Aamiin.